Selasa, 26 Agustus 2014

Mengusung Paham Islam Moderat

By Unknown   Posted at  6:47 PM   Wacana No comments

“Umat Yahudi terbagi dalam tujuh puluh satu golongan. Umat Kristiani terbagi dalam tujuh puluh dua golongan. Sedangkan umatku terbagi dalam tujuh puluh tiga golongan. Mereka semuanya di neraka, kecuali satu golongan saja.” Kemudian para sahabat bertanya, “mereka siapa wahai Rasulullah Saw.?” Lalu beliau menjawab, “mereka yang mengikutiku dan para sahabatku.”

Pada umumnya, kalangan muslim dari berbagai macam golongan mengklaim dirinya sebagai penganut Ahlussunnah wal Jamaah. Bersandar pada Hadis Nabi di atas yang secara eksplisit menuturkan bahwa hanya kelompok tersebut yang diridhoi Allah SWT. dan kelak akan selamat di akhirat, sedangkan kelompok-kelompok lain yang berjumlah sekian banyak akan terlempar.

Sangat disayangkan tatkala Ahlussunnah wal Jamaah dijadikan sebagai senjata untuk mengklaim kelompok-kelompok yang dianggap sesat, salah dan menyimpang guna membenarkan apa yang telah dilakukan. Dapat pula semakin mengabsahkan gerakan keagamaan yang sarat akan kekerasan. Dari situlah timbul pertanyaan, apa yang terjadi dalam pemaknaan terhadap paham Ahlussunnah wal Jamaah. 

Dewasa ini pengusung paham  Ahlussunnah wal Jamaah adalah kelompok mayoritas di kalangan umat Islam. Sehingga tidak dipungkiri, dapat ditemukan berbagai pemaknaan dari paham tersebut. Terlihat dari ekpresi dan manifestasi yang mereka lakukan. Salah satunya, dengan menganggap hanya ada pemahaman tunggal dan paham pihak lain dianggap keliru. Jelas ini menjadi suatu hal yang mengkhawatirkan karena dapat menyulut sebuah perpecahan.

Hal tersebut justru bertolak belakang dengan misi yang diusung oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, sebagai tokoh utama yang ingin membumikan Islam moderat dengan menampilkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Melalui pemahaman keagamaan yang mengedepankan toleransi dan moderatisme.

Rahmatan lil alamin
Hingga kini Islam yang bernuansa rahmatan lil ‘alamin masih dipegang teguh dan tetap menjadi cita-cita keberislaman muslim Indonesia. Pasalnya dewasa ini gerakan-gerakan Islam radikal semakin ramai di tanah air. Melahirkan berbagai konflik dan perselisihan yang sarat akan tindakan kekerasan hingga berujung pada perpecahan.

Namun usaha serta harapan untuk menegakkan Paradigma yang sesuai dengan realitas yang dialami bangsa Indonesia dan penghayatan terhadap substansi ajaran Islam harus tetap didengungkan. Sehingga dapat dijumpai wajah yang ramah dan toleran dari Islam.

Terlebih menjadikan pancasila sebagai platform diantara berbagai agama dan golongan, di mana keislaman dan keindonesiaan dapat dipersandingkan dalam pelaminan pancasila tanpa adanya sebuah pertentangan. Serta hidup damai dalam bingkai kerukunan.

Toleransi dan persaudaraan
Ukhuwwah adalah persaudaraan, sedangkan tasamuh adalah toleransi. Merupakan pra-syarat untuk memunculkan benih-benih keberagamaan yang moderat. Apalagi dalam konteks keindonesiaan yang berkiblat pada kebhinekaan yang diperkuat dengan sistem demokrasi, sikap moderasi menjadi sebuah keniscayaan.

Setiap kalangan muslim harus berupaya melahirkan pandangan keberagamaan yang bernuansa kedamaian, keadilan dan keadaban ditengah berkecamuknya golongan-golongan ekstrim dan radikal, baik yang lahir dari keyakinan keberagamaan maupun sebagai upaya perlawanan terhadap modernitas.

Sedangkan kedudukan persaudaraan dalam Islam tidak kalah penting, pasalnya persaudaraan dijadikan sebagai penyangga yang dianggap kokoh dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Berawal dari hal tersebut, diharapkan dapat terbentuk bangsa yang jaya dengan semangat gotong royong dan kebersamaan.

Hal penting yang perlu diperhatikan oleh generasi muda Muslim Indonesia adalah senantiasa memiliki landasan pemikiran yang kuat di satu sisi, akan tetapi yang tidak kalah penting yakni dapat menerjemahkan pandangannya dalam kehidupan sosial yang relatif majemuk.

Oleh: Ulfatul Qoyimah (Mahasiswi PAI 2012 dan Sekretaris LKaP PMII Gus Dur)
    


About the Author

Nulla sagittis convallis arcu. Sed sed nunc. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.
View all posts by: BT9

0 komentar:

Back to top ↑
Connect with Us

What they says

PKM Lantai I Kampus 2 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Walisongo
Jl. Prof. Dr. Hamka Km. 2 Ngaliyan Semarang
Hp.: 08985671169
e-mail: bemfitkws@gmail.com
© 2013 BEM FITK WALISONGO. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.