Jumat, 25 Juli 2014
Gagasan Pendidikan Pluralisme di Madrasah Aliyah
By Unknown
Posted at 2:47 PM
Buku
No comments
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Periode 2014 bekerja sama dengan The Institute of Culture and Education Studies (ICES) Semarang melaksanakan project penelitian "Pendidikan Pluralisme di Madrasah Aliyah se-Eks Karesidenan Semarang. Hasil penelitian ini nantinya akan dikodifikasi menjadi sebuah buku.
Tim Peneliti BEMFITK 2014
By Unknown
Posted at 2:44 PM
Tim Peneliti
No comments
Tim peneliti ini terbentuk atas kerja sama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Periode 2014 dengan The Institute of Culture and Education Studies (ICES) Semarang.
Sebelumnya telah dilakukan Open Recruitmen terhadap seluruh mahasiswa FITK dan terpilih 5 orang.
Sebelumnya telah dilakukan Open Recruitmen terhadap seluruh mahasiswa FITK dan terpilih 5 orang.
Kamis, 17 Juli 2014
Guru Sekarang tak Punya Jiwa Mendidik
By Unknown
Posted at 11:37 PM
Kliping Media
No comments
![]() |
| http://bengkuluekspress.com |
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) saat ini belum mendapat prioritas dalam mencetak tenaga pendidik yang berjiwa pendidik. LPTK dinilai juga belum bisa menghasilkan pendidik yang ideal.
"Akibatnya guru lulusan dari LPTK ini belum bisa menjadi guru yang patut dicontoh," kata rektor Universitas Negeri Jakarta Prof Dr Djaali di Jakarta, Kamis (17/7).
Ia menilai LPTK hanya prioritas paling bontot. AKibatnya belum banyak pendidikan karakter atau pendidikan ahlak hadir di sekolah.
"Karena kesiapan gurunya kurang," katanya.
Djaali mengatakan, Universitas Negeri Jakarta yang tugas utamanya mencetak tenaga pendidik atau guru yang sudah berpengalaman hingga saat ini pun belum bisa memberikan pendidikan karakter yang baik .
"Harus diakui guru yang berjiwa pendidik sampai saat ini belum banyak kita hasilkan. Jadi jangan harap guru sekarang bisa mengajarkan pendidikan karakter," ujarnya.
Ia mengatakan, pendidikan karakter atau akhlak yang baik harus dihadirkan sedini mungkin. Untuk terwujudnya pendidikan karakter harus ada guru yang berjiwa pendidik.
"Tanpa itu sulit. Sebab pendidikan karakter itu bukan diajarkan tetapi diberikan contoh dan itu melekat pada iklim di sekolah. Untuk menghadirkan pendidikan karakter harus hadirkan juga guru berkarakter bagus," jelasnya.
